Ketika matahari enggan jumpa...
Seakan raga tiada bernyawa...
Seakan siksa sayat jiwa...
Senyum manis mengalir ironis...
Sebagai wajah semu hati yang menangis...
Berbicara seakan mutiara...
Sebagai cara tiada bercerita akan duka...
Ini salah satu kisah nyata akan dunia...
Saat putus asa menyapa mesra...
Saat keinginan terasa terkubur binasa...
Tapi waraslah sahabat sebagaimana manusia...
Putus asa hanya menyiksa...
Beban pikiranmu akan merenggut nyawa...
Keterpurukanmu hanya akan melahirkan duka...
Waraslah sahabat sebagaimana manusia...
Tiada masa untuk putus asa...
Tiada menyerah melahirkan tawa...
Ketika pikiran berkata ini akhir dari batas kesabaran...
Ingatlah...
Batas kesabaran itu adalah kematian...
Wahai sahabat...
Waraslah sebagaimana manusia...
Pemikiran mengakhiri dengan mati sebagai wujud putus asa...
Adalah pengkhianatan pada Sang Pencipta...
Bookmarks
Archive
1.31.2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Hitam membalut ragaku... Ku ziarah di makam mu... Ku tabur tawa gembira atas kematianmu... Drama keluarga tangis histeris... Drama kehadiran...
-
Lihatlah aku... Ku artikan dendamku sebagai do'a derita untukmu... Ku sesal,ku ludah perasaanku... Ku pasung,ku siksa perasaanmu... Dend...
-
Pohon tiada berdaun... Akar tiada berdahan... Dan binatang tiada berhutan... Binasa atas dasar kekayaan... Sirna atas dasar ketamakan... Men...
-
Kesedihanku hanya bahan tertawa... Menambah derita beban berdosa... Kesenanganku hanya bahan hina... Kesal dominasi diri tanpa reaksi... Tib...
-
Sebatas mengingatkan... Akan hadir sebuah zaman... Dimana tiada bercerita tentang strata... Harta hanya sampah yang terpelihara... Tangisan ...
-
Dan apa yang tertulis itu berkata... Berbicara dunia yang bercerita tentang maya... Mengitari hari menari jelajah mata... Dan yang terikat a...
0 komentar:
Posting Komentar