Gali gua harta hingga gila...
Sebagai pemuas ego belaka...
Daki gunung strata hingga binasa...
Sebagai boneka abdi harta...
Mata buta nyawa tiada bermakna...
Selayak dewa berbicara...
Hanya dongeng cerita maya...
Rangkai kata sebagai tipu daya...
Rangkai janji sebagai siklus mati...
Tertawa kala duka...
Satu mata untuk derita...
Mempermainkan selendang sutra malapetaka...
Nada sahaja irama bencana...
Manis...mengalir ironis sembunyi sadis...
Kelam...menari hari lahir suram...
Tertawalah...
Bersenanglah...
Tumpuk harta raih strata...
Korbankanlah nyawa tiada berdosa...
Hingga akhirnya neraka yang kan menyapa...
Hingga tangis sesal adalah sia-sia
Slide Title 1
Aenean quis facilisis massa. Cras justo odio, scelerisque nec dignissim quis, cursus a odio. Duis ut dui vel purus aliquet tristique.
Slide Title 2
Morbi quis tellus eu turpis lacinia pharetra non eget lectus. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Donec.
Slide Title 3
In ornare lacus sit amet est aliquet ac tincidunt tellus semper. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
2.20.2011
Murka Alam Bumi Kelam
Published :
03.57
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Pohon tiada berdaun...
Akar tiada berdahan...
Dan binatang tiada berhutan...
Binasa atas dasar kekayaan...
Sirna atas dasar ketamakan...
Mencari tawa atas pengorbanan nyawa...
Bahagia atas dasar luka bermuara...
Ketika nanti alam berbicara...
Kaki lari meronta dalam sebuah bencana...
Tertetes tangis sepanjang mata...
Inilah saatnya..
Saat apa yang memangsa akan dimangsa
Oleh sang alam....dalam murka...
Akar tiada berdahan...
Dan binatang tiada berhutan...
Binasa atas dasar kekayaan...
Sirna atas dasar ketamakan...
Mencari tawa atas pengorbanan nyawa...
Bahagia atas dasar luka bermuara...
Ketika nanti alam berbicara...
Kaki lari meronta dalam sebuah bencana...
Tertetes tangis sepanjang mata...
Inilah saatnya..
Saat apa yang memangsa akan dimangsa
Oleh sang alam....dalam murka...
2.06.2011
Irama Sangkakala
Published :
05.35
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Sebatas mengingatkan...
Akan hadir sebuah zaman...
Dimana tiada bercerita tentang strata...
Harta hanya sampah yang terpelihara...
Tangisan air mata tiada lagi bermakna...
Hanya penyesalan tentang perbuatan di dunia...
Irama sangkakala ini nyata...
Tertulis dalam kitab-Nya...
Akhir dari halaman terakhir cerita berjudul dunia...
Manusia akan binasa...
Dan dunia ini sirna...
Apa yang tercipta akan kembali pada Sang Pencipta...
Pahala dan dosa akan berbicara...
Menentukan kelak keberadaan kita...
Antara Surga dan Neraka...
1.31.2011
Batas Terakhir Adalah Kematian
Published :
00.16
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Ketika matahari enggan jumpa...
Seakan raga tiada bernyawa...
Seakan siksa sayat jiwa...
Senyum manis mengalir ironis...
Sebagai wajah semu hati yang menangis...
Berbicara seakan mutiara...
Sebagai cara tiada bercerita akan duka...
Ini salah satu kisah nyata akan dunia...
Saat putus asa menyapa mesra...
Saat keinginan terasa terkubur binasa...
Tapi waraslah sahabat sebagaimana manusia...
Putus asa hanya menyiksa...
Beban pikiranmu akan merenggut nyawa...
Keterpurukanmu hanya akan melahirkan duka...
Waraslah sahabat sebagaimana manusia...
Tiada masa untuk putus asa...
Tiada menyerah melahirkan tawa...
Ketika pikiran berkata ini akhir dari batas kesabaran...
Ingatlah...
Batas kesabaran itu adalah kematian...
Wahai sahabat...
Waraslah sebagaimana manusia...
Pemikiran mengakhiri dengan mati sebagai wujud putus asa...
Adalah pengkhianatan pada Sang Pencipta...
Seakan raga tiada bernyawa...
Seakan siksa sayat jiwa...
Senyum manis mengalir ironis...
Sebagai wajah semu hati yang menangis...
Berbicara seakan mutiara...
Sebagai cara tiada bercerita akan duka...
Ini salah satu kisah nyata akan dunia...
Saat putus asa menyapa mesra...
Saat keinginan terasa terkubur binasa...
Tapi waraslah sahabat sebagaimana manusia...
Putus asa hanya menyiksa...
Beban pikiranmu akan merenggut nyawa...
Keterpurukanmu hanya akan melahirkan duka...
Waraslah sahabat sebagaimana manusia...
Tiada masa untuk putus asa...
Tiada menyerah melahirkan tawa...
Ketika pikiran berkata ini akhir dari batas kesabaran...
Ingatlah...
Batas kesabaran itu adalah kematian...
Wahai sahabat...
Waraslah sebagaimana manusia...
Pemikiran mengakhiri dengan mati sebagai wujud putus asa...
Adalah pengkhianatan pada Sang Pencipta...
1.26.2011
Bajing*n Ingkar
Published :
03.47
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Berbicara paras aksara tanpa batas...
Sembah selayak budak pada strata teratas...
Berbicara tutur kata indah tiada tara...
Selayak suci tiada berdosa sirna angkara...
Mengagumkan secara mata dan telinga bukan..?
Nyata tiada maya ilusi fatamorgana...
Dan tapi apabila kita berbicara hati...
Tumbalkan angan hanya untuk kesenangan...
Satu mata menatap untuk sebuah pengorbanan...
Asumsi janji hanya kisah kenangan...
Tipu daya yang hebat bukan..?
Ya..inilah kenyataan...
Bercerita sisi hitam hati sang bajing*n...
Sembah selayak budak pada strata teratas...
Berbicara tutur kata indah tiada tara...
Selayak suci tiada berdosa sirna angkara...
Mengagumkan secara mata dan telinga bukan..?
Nyata tiada maya ilusi fatamorgana...
Dan tapi apabila kita berbicara hati...
Tumbalkan angan hanya untuk kesenangan...
Satu mata menatap untuk sebuah pengorbanan...
Asumsi janji hanya kisah kenangan...
Tipu daya yang hebat bukan..?
Ya..inilah kenyataan...
Bercerita sisi hitam hati sang bajing*n...
1.22.2011
Wajah Dunia
Published :
23.06
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Neraka seakan maya...
Ilusi dari khayalan dongeng belaka...
Halal dan haram seakan sama rata...
Pahala dan dosa seakan sama rasa...
Apa ini permainan dunia berwajah surga...?
Ingatlah neraka itu nyata...
Manusia akan binasa...
Dan tangan akan berbiacara...
Kaki bercerita...
Mata akan berkata...
Tentang detik takdirmu di dunia...
Dan bila saat itu tiba...
Tetesan tangispun tiada berharga...
Ilusi dari khayalan dongeng belaka...
Halal dan haram seakan sama rata...
Pahala dan dosa seakan sama rasa...
Apa ini permainan dunia berwajah surga...?
Ingatlah neraka itu nyata...
Manusia akan binasa...
Dan tangan akan berbiacara...
Kaki bercerita...
Mata akan berkata...
Tentang detik takdirmu di dunia...
Dan bila saat itu tiba...
Tetesan tangispun tiada berharga...
1.10.2011
Cerita Berkhianat
Published :
11.33
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Berjalanlah khianat sang asa abdi binasa...
Menuntun mengingat akan sebuah masa...
Tiada jejak bayangan raga...
Terperdaya janji asmaraloka...
Ternyata hanya tarian kata berjudul maya...
Merangkaikan istana dinding bahtera angkara...
Menyiksa raga menyayat jiwa...
Hanya penyesalan yang mendominasi rasa...
Menuntun mengingat akan sebuah masa...
Tiada jejak bayangan raga...
Terperdaya janji asmaraloka...
Ternyata hanya tarian kata berjudul maya...
Merangkaikan istana dinding bahtera angkara...
Menyiksa raga menyayat jiwa...
Hanya penyesalan yang mendominasi rasa...
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Hitam membalut ragaku... Ku ziarah di makam mu... Ku tabur tawa gembira atas kematianmu... Drama keluarga tangis histeris... Drama kehadiran...
-
Lihatlah aku... Ku artikan dendamku sebagai do'a derita untukmu... Ku sesal,ku ludah perasaanku... Ku pasung,ku siksa perasaanmu... Dend...
-
Pohon tiada berdaun... Akar tiada berdahan... Dan binatang tiada berhutan... Binasa atas dasar kekayaan... Sirna atas dasar ketamakan... Men...
-
Kesedihanku hanya bahan tertawa... Menambah derita beban berdosa... Kesenanganku hanya bahan hina... Kesal dominasi diri tanpa reaksi... Tib...
-
Sebatas mengingatkan... Akan hadir sebuah zaman... Dimana tiada bercerita tentang strata... Harta hanya sampah yang terpelihara... Tangisan ...
-
Dan apa yang tertulis itu berkata... Berbicara dunia yang bercerita tentang maya... Mengitari hari menari jelajah mata... Dan yang terikat a...