2.20.2011

Harta Strata

Gali gua harta hingga gila...
Sebagai pemuas ego belaka...

Daki gunung strata hingga binasa...
Sebagai boneka abdi harta...

Mata buta nyawa tiada bermakna...

Selayak dewa berbicara...
Hanya dongeng cerita maya...

Rangkai kata sebagai tipu daya...
Rangkai janji sebagai siklus mati...

Tertawa kala duka...
Satu mata untuk derita...

Mempermainkan selendang sutra malapetaka...
Nada sahaja irama bencana...
Manis...mengalir ironis sembunyi sadis...
Kelam...menari hari lahir suram...

Tertawalah...
Bersenanglah...

Tumpuk harta raih strata...
Korbankanlah nyawa tiada berdosa...

Hingga akhirnya neraka yang kan menyapa...
Hingga tangis sesal adalah sia-sia

Murka Alam Bumi Kelam

Pohon tiada berdaun...
Akar tiada berdahan...
Dan binatang tiada berhutan...

Binasa atas dasar kekayaan...
Sirna atas dasar ketamakan...

Mencari tawa atas pengorbanan nyawa...
Bahagia atas dasar luka bermuara...

Ketika nanti alam berbicara...
Kaki lari meronta dalam sebuah bencana...
Tertetes tangis sepanjang mata...

Inilah saatnya..
Saat apa yang memangsa akan dimangsa
Oleh sang alam....dalam murka...

2.06.2011

Irama Sangkakala

Sebatas mengingatkan...
Akan hadir sebuah zaman...

Dimana tiada bercerita tentang strata...
Harta hanya sampah yang terpelihara...
Tangisan air mata tiada lagi bermakna...
Hanya penyesalan tentang perbuatan di dunia...

Irama sangkakala ini nyata...
Tertulis dalam kitab-Nya...
Akhir dari halaman terakhir cerita berjudul dunia...

Manusia akan binasa...
Dan dunia ini sirna...

Apa yang tercipta akan kembali pada Sang Pencipta...

Pahala dan dosa akan berbicara...
Menentukan kelak keberadaan kita...

Antara Surga dan Neraka...