Ketika matahari enggan jumpa...
Seakan raga tiada bernyawa...
Seakan siksa sayat jiwa...
Senyum manis mengalir ironis...
Sebagai wajah semu hati yang menangis...
Berbicara seakan mutiara...
Sebagai cara tiada bercerita akan duka...
Ini salah satu kisah nyata akan dunia...
Saat putus asa menyapa mesra...
Saat keinginan terasa terkubur binasa...
Tapi waraslah sahabat sebagaimana manusia...
Putus asa hanya menyiksa...
Beban pikiranmu akan merenggut nyawa...
Keterpurukanmu hanya akan melahirkan duka...
Waraslah sahabat sebagaimana manusia...
Tiada masa untuk putus asa...
Tiada menyerah melahirkan tawa...
Ketika pikiran berkata ini akhir dari batas kesabaran...
Ingatlah...
Batas kesabaran itu adalah kematian...
Wahai sahabat...
Waraslah sebagaimana manusia...
Pemikiran mengakhiri dengan mati sebagai wujud putus asa...
Adalah pengkhianatan pada Sang Pencipta...
Bookmarks
Archive
1.31.2011
1.26.2011
Bajing*n Ingkar
Published :
03.47
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Berbicara paras aksara tanpa batas...
Sembah selayak budak pada strata teratas...
Berbicara tutur kata indah tiada tara...
Selayak suci tiada berdosa sirna angkara...
Mengagumkan secara mata dan telinga bukan..?
Nyata tiada maya ilusi fatamorgana...
Dan tapi apabila kita berbicara hati...
Tumbalkan angan hanya untuk kesenangan...
Satu mata menatap untuk sebuah pengorbanan...
Asumsi janji hanya kisah kenangan...
Tipu daya yang hebat bukan..?
Ya..inilah kenyataan...
Bercerita sisi hitam hati sang bajing*n...
Sembah selayak budak pada strata teratas...
Berbicara tutur kata indah tiada tara...
Selayak suci tiada berdosa sirna angkara...
Mengagumkan secara mata dan telinga bukan..?
Nyata tiada maya ilusi fatamorgana...
Dan tapi apabila kita berbicara hati...
Tumbalkan angan hanya untuk kesenangan...
Satu mata menatap untuk sebuah pengorbanan...
Asumsi janji hanya kisah kenangan...
Tipu daya yang hebat bukan..?
Ya..inilah kenyataan...
Bercerita sisi hitam hati sang bajing*n...
1.22.2011
Wajah Dunia
Published :
23.06
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Neraka seakan maya...
Ilusi dari khayalan dongeng belaka...
Halal dan haram seakan sama rata...
Pahala dan dosa seakan sama rasa...
Apa ini permainan dunia berwajah surga...?
Ingatlah neraka itu nyata...
Manusia akan binasa...
Dan tangan akan berbiacara...
Kaki bercerita...
Mata akan berkata...
Tentang detik takdirmu di dunia...
Dan bila saat itu tiba...
Tetesan tangispun tiada berharga...
Ilusi dari khayalan dongeng belaka...
Halal dan haram seakan sama rata...
Pahala dan dosa seakan sama rasa...
Apa ini permainan dunia berwajah surga...?
Ingatlah neraka itu nyata...
Manusia akan binasa...
Dan tangan akan berbiacara...
Kaki bercerita...
Mata akan berkata...
Tentang detik takdirmu di dunia...
Dan bila saat itu tiba...
Tetesan tangispun tiada berharga...
1.10.2011
Cerita Berkhianat
Published :
11.33
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Berjalanlah khianat sang asa abdi binasa...
Menuntun mengingat akan sebuah masa...
Tiada jejak bayangan raga...
Terperdaya janji asmaraloka...
Ternyata hanya tarian kata berjudul maya...
Merangkaikan istana dinding bahtera angkara...
Menyiksa raga menyayat jiwa...
Hanya penyesalan yang mendominasi rasa...
Menuntun mengingat akan sebuah masa...
Tiada jejak bayangan raga...
Terperdaya janji asmaraloka...
Ternyata hanya tarian kata berjudul maya...
Merangkaikan istana dinding bahtera angkara...
Menyiksa raga menyayat jiwa...
Hanya penyesalan yang mendominasi rasa...
1.09.2011
Cermin Dunia
Published :
11.55
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Dan apa yang tertulis itu berkata...
Berbicara dunia yang bercerita tentang maya...
Mengitari hari menari jelajah mata...
Dan yang terikat adalah fatamorgana...
Ini kisah tentang cermin dunia...
Berselimut tawa,raga terluka...
Terbuai fana jiwa termanja...
Menyapa neraka berwajah surga...
Berbicara dunia yang bercerita tentang maya...
Mengitari hari menari jelajah mata...
Dan yang terikat adalah fatamorgana...
Ini kisah tentang cermin dunia...
Berselimut tawa,raga terluka...
Terbuai fana jiwa termanja...
Menyapa neraka berwajah surga...
Catatan Singkat
Published :
07.46
Author :
Yudhi Hadi Cahyadi Mulyana
Dari sebuah kesederhanaan..
Dari sebuah kekurangan..
Keluarga ini terasa nyaman..
Begitu besar pengorbanan darinya untuk sebuah kesuksesan..
Begitu besar semangatnya untuk sebuah senyuman...
Sosok yang saya hormati..
Dan ini sebuah catatan singkat yang saya tulis untuk Ayah..dan Bunda...
Saya bangga terlahir dari rahim anda..
Saya bangga menjadi bagian dari darah daging anda..
Terima kasih kepada sang Ayah dan Bunda...
Dari sebuah kekurangan..
Keluarga ini terasa nyaman..
Begitu besar pengorbanan darinya untuk sebuah kesuksesan..
Begitu besar semangatnya untuk sebuah senyuman...
Sosok yang saya hormati..
Dan ini sebuah catatan singkat yang saya tulis untuk Ayah..dan Bunda...
Saya bangga terlahir dari rahim anda..
Saya bangga menjadi bagian dari darah daging anda..
Terima kasih kepada sang Ayah dan Bunda...
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Hitam membalut ragaku... Ku ziarah di makam mu... Ku tabur tawa gembira atas kematianmu... Drama keluarga tangis histeris... Drama kehadiran...
-
Lihatlah aku... Ku artikan dendamku sebagai do'a derita untukmu... Ku sesal,ku ludah perasaanku... Ku pasung,ku siksa perasaanmu... Dend...
-
Pohon tiada berdaun... Akar tiada berdahan... Dan binatang tiada berhutan... Binasa atas dasar kekayaan... Sirna atas dasar ketamakan... Men...
-
Kesedihanku hanya bahan tertawa... Menambah derita beban berdosa... Kesenanganku hanya bahan hina... Kesal dominasi diri tanpa reaksi... Tib...
-
Sebatas mengingatkan... Akan hadir sebuah zaman... Dimana tiada bercerita tentang strata... Harta hanya sampah yang terpelihara... Tangisan ...
-
Dan apa yang tertulis itu berkata... Berbicara dunia yang bercerita tentang maya... Mengitari hari menari jelajah mata... Dan yang terikat a...